16 tahun yg lalu kira-kira, di SD tempat kami para penerus remaja "gang putra" belajar, untuk pertama kalinya saya melihat dia, melihat rambut lurusnya, mata besarnya, memperhatikan kehebatan otak kanan nya, tanpa ada yg sadar, saya tak sadar, mereka tak sadar, dia pun tak sadar bahwa dia telah merampas hati saya.
Pada usia sekecil itu, reaksi kimia dalam diri saya mulai hidup, membuat saya gelisah tiap kali melihatnya, mata ini pun mulai belajar menghianati tuannya, susah rasanya untuk berhenti meliriknya, bagai warana merah pipi seorang nonik rusia ketika dirayu, bagai warna biru lazuardi tiap sore, bagai warna kuning cerah buah kurma di awal musim panas, dia adalah pelangi yg hidup di SD kami.
Memang setelah saya melanjutkan pendidikan saya ke luar kota, saya tak pernah bertemu dengan nya lagi, kecuali sekali, yaitu ketika beberapa sebelum saya terbang jauh tuk mengerjar cita-cita, tuhan mengizinkan saya bertemu dia sekali, setelah itu dia begitu jauh, hati saya sepi.
TAPI… tapi di pagi ini, tuhan menunjukkan kasih sayangnya, ketika saya membuka akun saya, saya melihat pelangi itu, ah…. indahnya tak terperih, ia terlihat lebih cerah seribu kali dari 16 tahun yg lalu, dg gaya yg sederhana tapi elegan, dia tersenyum, seakan waktu terhenti , saya tak bisa nafas, bagi saya dia begitu sempurna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar