Senin, 18 Mei 2015

wanita madura

Ibuku adalah wanita madura pada umumnya, orang seperti dialah yang rela susah payah mengupas kelapa untuk mengirim makanan buat anaknya yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren, wanita seperti dialah yang sering memberi nasehat nasehat agama sehabis sholat maghrib agar moral anak sulungnya tak terkorupsi oleh bobroknya pergaulan zaman yg hampir kiamat ini, jika ada seorang wanita yg menggendong 2 anak sekaligus, sambil menanak nasi pagi pagi karna 2 anak itu akan menangis jika ia diturunkan, maka kalian akan melihat wajah seperti ibuku, dan kalu ada wanita tua banting tulang tuk menjual onde onde jawa demi membiayai kuliah anaknya di luar negri, maka tak lain tak bukan dia adalah ibuku. Orang tua, superhero, guru spiritual bagi kami, Ibu nomer satu sedunia.

Wajahnya seperti orang madura umumnya, mukanya oval, hidung nya mancung dikit, liar sifat anak anaknya telah banyak meninggalkan kerutan kerutan di dahinya, ia penyabar tapi tegas, acuh tak acuh tapi sangat perhatian, lebih sering marah dalam diam.tapi... kedua bola matanya itu, sang jendela hati, adalah layar yg mempertontonkanjiwanyabahwa dia tetaplah seorang wanita, mahluk tuhan yg ditakdirkan untuk dijaga dan disayang.

dia masih takut untuk buang air kecil di tengah malam (tentu kalian tak lupa ceritaku dulu itu).
Suatu malam dia membangunkan aku untuk sholat subuh dan menemaninya ke kamar mandi.Perlahan aku tertunduk diam, serasa ada malaikat yg mengetuk pintu hatiku, dadaku sesak, aku tersihir dalam senyap.Ah... hatiku terenyuh, aku melihat dibalik kuat dan hebatnya wanita ini, suatu sisi yg sangatlemah dan membutuhkan perhatian dr anak bujangnya yg mulai dewasa ini.Ajaibnya sang waktu, masalalu yg menjengkelkan (yaitu waktu menemaninya ke kamar mandi) lambat laun bisa menjadi nostalgia romantik yg tak ingin aku lupakan, serasa aku tak ingin kembali meneruskan studiku hanya untuk menemaninya di sisa hidupnya ini, tapi disisi lain Rindunya aku kepadanya semakin bertambah di pagi yg sendu ini, padahal belum hilang dia dari pandanganku, dan rasa ngilu dihatiku mengikrarkan bahwa aku harus jadi orang pintar, sebisaku, agar aku bisa membalas sedikit dari perjuangan malaikat ini.

Senin, 30 Maret 2015

dipetik orang

Raja arab saudi "king salman bin abdul aziz" tambah geram, setalah hampir 7 pesawat tempurnya di tembak jatuh oleh militan thouthsi ia menelpon kembali barrak obama, menanyakan apakah bantuan yg ia tawarkan kemaren masih berlaku apa tidk. Presiden as itu tertawa, "kami akan memberi semua yg anda minta, kami akan mengerahkan kapal induk yg ada di laut merah untuk anda"
Ucapnya tegas. Sang raja tersenyum puas.
Tak cukup disitu, mungkin ia telah dibutakan tabiat manusia umumnya; membalas dendam, dan sebagai bukti tak terbantah tentang teori antropolog bahwa: egois, serakah, dan merusak adalah sifat dasar homo sepiens, ia menghubungi sembilan negara sekutunya untuk menyerang secara serentak kota aden, tempat militan thouthsi bermarkas. 75 pesawat tempur liga arap dan satu kapal induk as siap membumi hanguskan ibukota yaman selatan itu.
Jam sepuluh pagi hari ini jet jet tempur itu melaju dg semua kecepatan yg ia miliki, setengah kilo dr markas militan itu bom bom dijatuhkan, disusul pesawat siluman dr kapal induk as yg menghantamkan peldak yg lebih mematikan, tiang-tiang berterbangan seperti bulu, aspal jalanan terkelupas, bangunan bangunan hancur, rata dg pondasi, yg tersisa hanyalah lobang lobang wc, debu-debu dr bangunan, gunung-gunung dan asap-asap rudal terhambur ke udara, menimbulkan pemandangan yg menyedihkan seperti nyawa nyawa yg dicabut paksa oleh malaikat dari raga-ragayg bugar.
Orang orang arab aden mengira kiamat sudah datang maka tak perlu melarikan diri, mereka tertunduk pasra di tangga rumah, warung warung teh, di tanah lapang, melongo melihat hujan bom yg dilancarkan sekutu, dalam waktu yg cepat ajal-ajal yg sesungguhnya pun datang menjemput.
Dibalik semua itu as diam diam menjatuhkan bom-bom gas kimia yg dilarang dunia, gas-gas kimia tadi larut dalam udara dan air, semua orang yg menghirup atau meminumnya mati seketika, dan meraka yg selamat berubah menjadi mahluk cebol dan bau.
Melihat penampilan orang aden seperti itu pemirantah yaman malu mengakui mereka sebagai warga negara republik. Karna itu warga aden dipaksa untuk melakukan refrendum, dan pemerintah menganggap keputusan manusia manusia cebol itu sebagai aklamasi sehingga kota aden menjadi negara yg merdeka.
Itulah kira-kira isi kepala jomblo di perantuan yg hampir gila karna dilanda frustasi dera putus cinta.
Saya tidak bisa berpikir jernih, bermimpi buruk, dan sering mengigau di malam hari. perasaan saya slalu pesimis, belajar malas, dan nilai uas pun merosot.
Meskipun saya tak pernah bertemu langsung dg neng saya itu, kecuali lewat via suara, sambil memandang langin yg sama, tapi neng saya itu adalah tipikal orang yg dapat menciptakan rasa sayang yg berat kepada setiap orang yg terhubung dengan nya.
Selamat tinggal kebahagian yg belum datang
Selamat tinggal cerita yg belum dimulai
Dan Selamat tinggal segala sesuatu yg saya kira akan menjadi segalanya tapi tak menjadi apa-apa.
Kata kata ini adalah batu-batu berat ber ton-ton yg saya seret satu persatu, nada bicara saya jelas sekali bahwa saya kehabisan harapan menghadapi semua ini:
"Bunga itu dipetik orang sobat".

popcorn rasa


Hampir semua media memberitakan bahwa yaman memanas, presidennya ingin turun, ia pindah ke kota lain karena ibu kota tempat istananya berada diduduki oleh pemberontak, dan semua duta besar dari berbagai negara ditarik pulang. Kenyataan yg dimuat media itu menjadikan satu hipotesis yg mencemaskan hati, tak terkecuali hati hati orang tua kami.
Ngeri rasanya mendengarnya, hawatir mereka melihatnya. Pemberitaan itu membekaskan cetak biru kehawatiran dalam alam bawah sadar mereka.
tapi tdk buat kami, sejak kami mengerti betul arti dari sebuah kata kata baru dalam hidup kami: semangat, harapan dan cita cita.
Malah, menurut saya pribadi ada pemandangan baru di asrama kami. Saya melihatnya seperti kereta ekonomi yg ada di pulau jawa, karna setiap habis absen malam, secara rutin ada sebagian teman teman kami,yg bisa dibilang menduduki strata rendah dlm keuangan, (karna rupiah terjun dengan gaya bebas ke titik terendah dlm sejarah perekonomian negara bineka tunggal ika kita.) Yg menurut saya mirip asongan.
mereka keliling ke kamar kamar untuk menjajahkan jualannya, mereka masuk dg salam yg lembut, bibir mereka mengulum senyum, tatapannya teduh, dg sabar mereka menawarkan jajahannya,
"Telur rebus mas... putih... seputih hatiku" kata salah satu dari mereka menggoda.
"Popcorn rasa, tuk menemani belajar anda" sahut yg lain tak mau kalah.
(Ah... bangsaku, bukankah kalian telah merdeka?)
Setiap gerak gerik mereka Santun, lembut, berseni, seolah Memperagakan busana armani yg sangat mahal diatas catwalk. "simetris" klo kata hamzi, teman saya, mungkin kalimat itu kurang tepat, tp biarlah pikir saya, saya tak punya waktu bertoleransi dg beban hidupnya.
Pemandangan itu memaku hati saya pada perasaan sayang pada bangsa saya sendiri, nasionalisme mungkin.
Tak cukup disitu sobat, Banyak nya saingan dlm medan ini menuntut setiap dr mereka tuk memacu kreatifitasan nya masing masing, itu dipertegas dg adanya yg menjual sosis goreng. Makroni manis asin, telur rebus, permen, ayam bakar, Bahkan ada yg nekat mengisi gas secara manual untuk mengais lembaran real real,
sadiiiis...
pastilah orang ini sama sekali tdk mempertimbangkan sedikitpun tentang keselamatannya.
tapi, anehnya... ketika mereka memasuki kamar saya, yg saya lihat bukan wajah polos mereka yg dg teguh menahan malu, tapi yg saya lihat adalah wajah para dewan di negri dongeng itu, wajah orang nomer satu di indonesia, wajah pemimpin yg katanya sangat dekat dg rakyat.
Ketika mereka menjajahkan dagangannya, saya tdk mendengar suara mereka yg saya dengar adalah janji janji manis bahwa perekonomian indonesia akan membaik, rupiah akan melejit, yg saya dengar dg jelas dengungkan revolusi mental.
Revolusi mental gundulmu...
Yg ada kalian merevolusi mental kami dg menggalaunya rupiah, yg tadinya mental pelajar tekun menjadi mental asongan hampir mati rasa.
Mungkin mereka telah berjuang melakukan yg terbaik buat negri kita? Mungkin juga tdk?
Mungkin mereka mencoba mengatur negri kita? Mungkin juga diatur?
Entahlah...
Semoga kita semua dirahmati allah.

lagi lagi suria

Seperti yg saya duga, tasjil pasti selalu menyiapkan kado sepesial buat dufah kami, (the graduate of 18), hehe benar saja, dalam semester ini, berkat ulah mereka pastinya, yg akan membimbing kami dalam mata kuliah fiqh muqoron adalah dosen suria itu lagi, Dosen perfeksionis yg keren itu.
beliau masuk kelas dan senyumnya merekah, senyum yg dg jelas menggambarkan betapa suashnya soal uas yg akan beliau racik kelak, senyum yg membawa duka bagi kami.
Kami yakin beliaulah yg telah dipilih tuhan untuk dinikahkan dg ilmu, dan beliau juga sangat menjunjung tinggi keseriusan dalam belajar, itu ditegaskan dg enggannya beliau memakai kitab yg dipakai kaka kelas kami sebelumnya, malah Beliau lebih tertarik untuk mengajar murid muridnya, yg patut dikasihani ini, dg kitab kitab fiqh muqoron klasik dalam perpustakaan fiqh islam. Kami diajak untuk mempelajari langsung kitab "alhawi kabir" milik almawardi, "almughni" karya ibn qudamah, "badai' shonai'" milik kasaani, dan juga "almuhalla" karya ibn hazm, Tanpa terikat dg satu malzamah.
Semangat belaiu untuk mempelajari itu semua menggetarkan benang benang halus dalam hati kami, kami tersihir dalam diam.

Tapi menurut saya pribadi, ini tak ada bedanya dengan perang melawan isis,(karna beliau dr suria pastinya), tp jilid ke 4,(karna kami sudah 3 semester bertemu beliau), di medan baru yg blom kami tau,(karna hampir tak pernah kami menyentuh kitab kitab itu), dan mereka mempunyai senjata baru,(karna biasanya model soal uas itu akan berubah ketika kitabnya berubah), persepsi tentang studi dan uas ini saya terjemahkan sendiri, dan jangan sampai kalian contoh.
uas masih jauh tapi terlintas rasa ngilu dalam hati kami yg mengikrarkan janji bahwa kami akan belajar sungguh sunnguh.

papan hijau

Tak sulit menggambarkan pengumuman nilai uas tiap semester di kampus kami, di siang yg terik, setelah makan siang yg tak nafsu lagi tuk mengunyahnya, kami semua tumpah ruah dihadapan papan nilai itu.
Hukum alam sobat, yg kuat dan tinggi yg menang, kalo saya sih jangan ditanya, sudah pasti saya berdiri dibawah pohon menunggu seleksi alam itu berahir.
Dr sana saya perhatikan, mereka sahabat sahabat seperjuangan yg tak senasib itu, Mungkin dapat saya simpulkan mereka terbagi menjadi 3 species

Species pertama: mereka tersenyum merekah setelah melihat nilai mereka, wajah mereka mengesankan bahwa mereka tidak berdiri disitu, pikiran mereka terus menerka apa yg akan mereka lakukan setelah ini, membeli kitab muqorror baru, masuk semester baru, dan aktifitas pun berputar seperti mestinya.

Species kedua: mereka yg mempunyai mata sayu meradang, seakan telah ditimpa musibah yg amat dahsyat, ujian susulan yg akan mereka hadapi bagaikan enigma, yg juga akan menentukan nasib mereka setelah itu, masuk kuliah lagi atau nganggur setahun.
Pengumuman itu bagai peluit dr tasjil, yg di susul dg kartu kuning, sekali lagi anda gagal, silahkan anda keluar, mungkin seperti itulah mereka membacanya

Species terharir: mereka yg setelah melihat kertas pengumuman sakti itu mendadak mirip himura batosai dalam film samurai X, tapi kalau ada adegan dimana ia terdampar di pulau yg sepi, 17 bulan tak bertemu manusia, dan mulai mengajak ngobrol pedang nya sendiri.
Mungkin karna kontruksi cara belajar mereka menyalahi qadrat dan waktu bermain mereka sudah tak simetris dg waktu belajarnya.
Pesan saya: semangat sobat, pintu kesuksesan tak hanya di sini smile emotikon
Tp klo buat junior kami yg baru datang, pengumuman siang ini merupakan prolog penerimaan slamat datang penuh atmosfir penegasan klo anda bermain main disini anda akan tamat.

Dua jam setelahnya mereka pun bubar, pesona pada saat saat ini adalah akumulasi dr simpul simpul expresi ketiga species itu, ah indah nian.
Adzan ashar berkumandang, sore yg syahdu ini pun berahir.
Baru lah saya dekati papan hijau itu sambil harap harap cemas dg nilai uas saya.

Jumat, 07 November 2014

manis sekali

Pesonanya adalah akumulasi dari sipu malunya ketika digoda, cahaya matanya ketika terkejut, lesung pipinya ketika tersenyum, tutur katanya ketika berbicara. Ia ibarat kolak ketika hendak berbuka puasa, ia godaan terbesar di sd kami dulu.
tapi Aku sadar diri, dari seluruh kemungkinan logis ketertarikan pria wanita secara fisik, matrealis, filosofik, idealisme, kultur, ekspentasi, kemistri, gengsi, atau apapun, tak secuil pun aku memenuhi kualifikasi dia.
ketika dia tersenyum pada ku (entah apa maksutnya) Aku merasa ada pipa yg dibelesakkan ke dalam mulut ku dan helium yg di pompa kedalam dada ku, aku melayang layang diudara seperti balon gas, menyundul nyundul plafon
dan ketika ia menyapa ku aku merasa helium yg memenuhi dada ku meledak, dan aku terpecah menjadi ribuan kuntum bunga mawar, berjatuhan dari plafon, memenuhi ruangan 


manis sekali

al ahgaff university 2

Di tarim saya setiap hari diracuni ilmu meski saya tak ubahnya burung puyuh yg ter seruk-seruk mengejar induk belibis, universitas ini menawarkan pada kami sebuah petualangan intelektualitas dengan segala kemungkinan kemungkinan yg amat luas, setiap hari kami tertantang untuk memacu kereatifitas dalam bidang yg kami tekuni, kami menyimak kuliah selama satu setengah jam tapi pengetahuan yg kami peroleh seperti pengetahuan selama satu smester di tanah air.
Setiap hari selalu ada hal baru yg kami peroleh dalam bidang kami ini, kini ilmu fiqh yg dulunya saya anggap hanya sekedar ilmu "ini halal dan ini haram itu makruh" tak ubahnya bangunan baku yg telah lama teronggok dalam kepala saya terasa berubah bentuknya, hidup, menggeliat, bertambah kapasitasnya, dan semakin dalam intensitasnya.
kini kami mulai mengerti bagaimana para ulama' merenungi teks teks agama dan mengambil suatu hukum darinya, mengapa para muhadtisin mebuat syarat sayarat yg sulit untuk diterimanya suatu hadits, dan bagaimana para ahli ushul meletakan qaidah-qaidah untuk orang setelah mereka agar mereka tak hanya berpangku tangan, menelan mentah mentah hukum yg diwaristkan oleh ulama sebelum mereka, supaya mereka mau memakai otak mereka untuk tujuan utama mahluk itu diciptakan.
Sekarang saya mulai memahami arti ilmu fiqih sebagai suatu gaya hidup, solusi untuk semua masalah yg ada di tanah air, bahkan sebagai gaya hidup dan seni.
Semuanya karna dosen dosen yg hebat di universitas ini, mereka dapat menggambar kan dengan jelas gemunung ilmu islam yg hampir ditinggalkan oleh ummatmya, mereka menggambarkan dari sudut mana harus menyelusup tuk mendakinya, dan menunjukan patok-patok agar bisa sampai ke puncaknya, perlahan tapi pasti kami bermetamorfosis menjadi sosok yg tak kaku, bertoleransai pada semua perbedaan, menjauh dg yg namanya kefanatikan


Tapi selalu banyak tikungan dalam jalan yg anda tempuh, ketika anda mulai sibuk dengan arus berpikir dzohiriah, mencoba memahami qaidah-qaidah hanafiah, dan merenung teori-teori mu'tazilah, anda akan lupa kelembutan cinta, secara tak langsung mengorbankan panggilan jiwa anda sebagai laki-laki normal, hati anda akan sepi, sunyi, tak bertuan, mengenaskan.

‪#‎Semoga‬ semua pengorbanan kita tak kan sia-sia sobat.