tapi Aku sadar diri, dari seluruh kemungkinan logis ketertarikan pria wanita secara fisik, matrealis, filosofik, idealisme, kultur, ekspentasi, kemistri, gengsi, atau apapun, tak secuil pun aku memenuhi kualifikasi dia.
ketika dia tersenyum pada ku (entah apa maksutnya) Aku merasa ada pipa yg dibelesakkan ke dalam mulut ku dan helium yg di pompa kedalam dada ku, aku melayang layang diudara seperti balon gas, menyundul nyundul plafon
dan ketika ia menyapa ku aku merasa helium yg memenuhi dada ku meledak, dan aku terpecah menjadi ribuan kuntum bunga mawar, berjatuhan dari plafon, memenuhi ruangan
manis sekali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar