Senin, 30 Maret 2015

papan hijau

Tak sulit menggambarkan pengumuman nilai uas tiap semester di kampus kami, di siang yg terik, setelah makan siang yg tak nafsu lagi tuk mengunyahnya, kami semua tumpah ruah dihadapan papan nilai itu.
Hukum alam sobat, yg kuat dan tinggi yg menang, kalo saya sih jangan ditanya, sudah pasti saya berdiri dibawah pohon menunggu seleksi alam itu berahir.
Dr sana saya perhatikan, mereka sahabat sahabat seperjuangan yg tak senasib itu, Mungkin dapat saya simpulkan mereka terbagi menjadi 3 species

Species pertama: mereka tersenyum merekah setelah melihat nilai mereka, wajah mereka mengesankan bahwa mereka tidak berdiri disitu, pikiran mereka terus menerka apa yg akan mereka lakukan setelah ini, membeli kitab muqorror baru, masuk semester baru, dan aktifitas pun berputar seperti mestinya.

Species kedua: mereka yg mempunyai mata sayu meradang, seakan telah ditimpa musibah yg amat dahsyat, ujian susulan yg akan mereka hadapi bagaikan enigma, yg juga akan menentukan nasib mereka setelah itu, masuk kuliah lagi atau nganggur setahun.
Pengumuman itu bagai peluit dr tasjil, yg di susul dg kartu kuning, sekali lagi anda gagal, silahkan anda keluar, mungkin seperti itulah mereka membacanya

Species terharir: mereka yg setelah melihat kertas pengumuman sakti itu mendadak mirip himura batosai dalam film samurai X, tapi kalau ada adegan dimana ia terdampar di pulau yg sepi, 17 bulan tak bertemu manusia, dan mulai mengajak ngobrol pedang nya sendiri.
Mungkin karna kontruksi cara belajar mereka menyalahi qadrat dan waktu bermain mereka sudah tak simetris dg waktu belajarnya.
Pesan saya: semangat sobat, pintu kesuksesan tak hanya di sini smile emotikon
Tp klo buat junior kami yg baru datang, pengumuman siang ini merupakan prolog penerimaan slamat datang penuh atmosfir penegasan klo anda bermain main disini anda akan tamat.

Dua jam setelahnya mereka pun bubar, pesona pada saat saat ini adalah akumulasi dr simpul simpul expresi ketiga species itu, ah indah nian.
Adzan ashar berkumandang, sore yg syahdu ini pun berahir.
Baru lah saya dekati papan hijau itu sambil harap harap cemas dg nilai uas saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar