Tak sulit menggambarkan pengumuman nilai uas tiap semester di kampus
kami, di siang yg terik, setelah makan siang yg tak nafsu lagi tuk
mengunyahnya, kami semua tumpah ruah dihadapan papan nilai itu.
Hukum alam sobat, yg kuat dan tinggi yg menang, kalo saya sih jangan
ditanya, sudah pasti saya berdiri dibawah pohon menunggu seleksi alam
itu berahir.
Dr sana saya perhatikan, mereka sahabat sahabat
seperjuangan yg tak senasib itu, Mungkin dapat saya simpulkan mereka
terbagi menjadi 3 species
Species pertama: mereka tersenyum merekah setelah melihat nilai mereka,
wajah mereka mengesankan bahwa mereka tidak berdiri disitu, pikiran
mereka terus menerka apa yg akan mereka lakukan setelah ini, membeli
kitab muqorror baru, masuk semester baru, dan aktifitas pun berputar
seperti mestinya.
Species kedua: mereka yg mempunyai mata sayu
meradang, seakan telah ditimpa musibah yg amat dahsyat, ujian susulan yg
akan mereka hadapi bagaikan enigma, yg juga akan menentukan nasib
mereka setelah itu, masuk kuliah lagi atau nganggur setahun.
Pengumuman itu bagai peluit dr tasjil, yg di susul dg kartu kuning,
sekali lagi anda gagal, silahkan anda keluar, mungkin seperti itulah
mereka membacanya
Species terharir: mereka yg setelah melihat
kertas pengumuman sakti itu mendadak mirip himura batosai dalam film
samurai X, tapi kalau ada adegan dimana ia terdampar di pulau yg sepi,
17 bulan tak bertemu manusia, dan mulai mengajak ngobrol pedang nya
sendiri.
Mungkin karna kontruksi cara belajar mereka menyalahi qadrat dan waktu bermain mereka sudah tak simetris dg waktu belajarnya.
Pesan saya: semangat sobat, pintu kesuksesan tak hanya di sini smile emotikon
Tp klo buat junior kami yg baru datang, pengumuman siang ini merupakan
prolog penerimaan slamat datang penuh atmosfir penegasan klo anda
bermain main disini anda akan tamat.
Dua jam setelahnya mereka
pun bubar, pesona pada saat saat ini adalah akumulasi dr simpul simpul
expresi ketiga species itu, ah indah nian.
Adzan ashar berkumandang, sore yg syahdu ini pun berahir.
Baru lah saya dekati papan hijau itu sambil harap harap cemas dg nilai uas saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar