Senin, 30 Maret 2015

dipetik orang

Raja arab saudi "king salman bin abdul aziz" tambah geram, setalah hampir 7 pesawat tempurnya di tembak jatuh oleh militan thouthsi ia menelpon kembali barrak obama, menanyakan apakah bantuan yg ia tawarkan kemaren masih berlaku apa tidk. Presiden as itu tertawa, "kami akan memberi semua yg anda minta, kami akan mengerahkan kapal induk yg ada di laut merah untuk anda"
Ucapnya tegas. Sang raja tersenyum puas.
Tak cukup disitu, mungkin ia telah dibutakan tabiat manusia umumnya; membalas dendam, dan sebagai bukti tak terbantah tentang teori antropolog bahwa: egois, serakah, dan merusak adalah sifat dasar homo sepiens, ia menghubungi sembilan negara sekutunya untuk menyerang secara serentak kota aden, tempat militan thouthsi bermarkas. 75 pesawat tempur liga arap dan satu kapal induk as siap membumi hanguskan ibukota yaman selatan itu.
Jam sepuluh pagi hari ini jet jet tempur itu melaju dg semua kecepatan yg ia miliki, setengah kilo dr markas militan itu bom bom dijatuhkan, disusul pesawat siluman dr kapal induk as yg menghantamkan peldak yg lebih mematikan, tiang-tiang berterbangan seperti bulu, aspal jalanan terkelupas, bangunan bangunan hancur, rata dg pondasi, yg tersisa hanyalah lobang lobang wc, debu-debu dr bangunan, gunung-gunung dan asap-asap rudal terhambur ke udara, menimbulkan pemandangan yg menyedihkan seperti nyawa nyawa yg dicabut paksa oleh malaikat dari raga-ragayg bugar.
Orang orang arab aden mengira kiamat sudah datang maka tak perlu melarikan diri, mereka tertunduk pasra di tangga rumah, warung warung teh, di tanah lapang, melongo melihat hujan bom yg dilancarkan sekutu, dalam waktu yg cepat ajal-ajal yg sesungguhnya pun datang menjemput.
Dibalik semua itu as diam diam menjatuhkan bom-bom gas kimia yg dilarang dunia, gas-gas kimia tadi larut dalam udara dan air, semua orang yg menghirup atau meminumnya mati seketika, dan meraka yg selamat berubah menjadi mahluk cebol dan bau.
Melihat penampilan orang aden seperti itu pemirantah yaman malu mengakui mereka sebagai warga negara republik. Karna itu warga aden dipaksa untuk melakukan refrendum, dan pemerintah menganggap keputusan manusia manusia cebol itu sebagai aklamasi sehingga kota aden menjadi negara yg merdeka.
Itulah kira-kira isi kepala jomblo di perantuan yg hampir gila karna dilanda frustasi dera putus cinta.
Saya tidak bisa berpikir jernih, bermimpi buruk, dan sering mengigau di malam hari. perasaan saya slalu pesimis, belajar malas, dan nilai uas pun merosot.
Meskipun saya tak pernah bertemu langsung dg neng saya itu, kecuali lewat via suara, sambil memandang langin yg sama, tapi neng saya itu adalah tipikal orang yg dapat menciptakan rasa sayang yg berat kepada setiap orang yg terhubung dengan nya.
Selamat tinggal kebahagian yg belum datang
Selamat tinggal cerita yg belum dimulai
Dan Selamat tinggal segala sesuatu yg saya kira akan menjadi segalanya tapi tak menjadi apa-apa.
Kata kata ini adalah batu-batu berat ber ton-ton yg saya seret satu persatu, nada bicara saya jelas sekali bahwa saya kehabisan harapan menghadapi semua ini:
"Bunga itu dipetik orang sobat".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar